Layanan Kesehatan Gratis Griya Terapi Holistik Dewan Dakwah Kabupaten Kediri

Layanan Kesehatan Gratis Griya Terapi Holistik Dewan Dakwah Kabupaten Kediri

KEDIRI – Griya Terapi Holistik Dewan Dakwah Kabupaten Kediri menggelar layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Kediri pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di sekretariat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri yang beralamat di Sekretariat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan pelayanan kesehatan alternatif yang mudah diakses oleh masyarakat.

Program layanan kesehatan gratis tersebut menghadirkan tim terapis yang terdiri dari terapis putra dan putri yang telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kepada peserta. Tim terapis putra diisi oleh bapak Ikhwan, bapak Puryanto, dan ustadz Abdurrahman Zaky. Sementara itu, tim terapis putri terdiri atas Ibu Isna dan ustadzah Arina Salsabila Faradisa.

Pelaksanaan layanan kesehatan perdana ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Salah satu layanan yang diberikan adalah terapi akupuntur yang ditangani langsung oleh Ikhwan. Kehadiran terapi akupuntur menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin memperoleh alternatif penanganan kesehatan secara alami dan holistik.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dakwah sosial yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat dapat berkonsultasi dan mendapatkan layanan terapi tanpa dipungut biaya, sehingga diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan tambahan.

Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan yang mereka alami. Para terapis memberikan pelayanan secara profesional dengan tetap mengedepankan kenyamanan dan keselamatan peserta.

Pihak penyelenggara berharap program layanan kesehatan gratis ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Dengan adanya sinergi antara pelayanan kesehatan dan kegiatan dakwah, Griya Terapi Holistik Dewan Dakwah Kabupaten Kediri diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan umat yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Kegiatan perdana ini menjadi awal yang baik bagi pengembangan layanan kesehatan holistik di bawah naungan Dewan Dakwah Kabupaten Kediri. Dengan dukungan para terapis serta partisipasi masyarakat, program tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu bentuk pengabdian sosial yang dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Kediri.

HUKUM PUASA ASYURA

HUKUM PUASA ASYURA

Puasa Asyura maksudnya adalah puasa sunnah pada tanggal 10 bulan Muharram. Tahun ini insya Allah akan jatuh pada hari Kamis tanggal 9 Juni 2026.

Hukum asalnya wajib, namun kemudian kewajibannya di-nasakh (dibatalkan) dengan kewajiban shaum Ramadhan, maka shaum tersebut berubah hukumnya menjadi sunnah.

Rasulullah SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk melaksanakan shaum ‘Assyuraa (shaum hari kesepuluh) dari bulan Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya atau sesudahnya. Puasa sehari sebelumnya dinamakan Tasu’a, berasal dari kata tis’ah yang artinya sembilan. Karena puasa itu dilakukan pada tanggal 9 bulan Muharram.

Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat. Antara lain :


قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّه بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ نَحْنُ نَصُوْمُهُ تَعْظِيْمًا لَهُ 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :”Apa ini?” Mereka menjawab :”Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu” (HR Bukhari 2003)

Hadits lainnya adalah hadits berikut ini:

Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum assyuraa, beliau pun bertanya? Mereka menjawab, “Ini hari baik, hari di mana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu.” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian”, maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut. (HR Bukhari)

Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi menjelaskan lebih lanjut bahwa puasa 11 Muharram tetap dianjurkan meskipun yang bersangkutan telah mengiringi puasa Asyura dengan puasa 9 Muharram. Anjuran ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal.

 قوله بل وإن صامه) أي بل يسن صيام الحادي عشر وإن صام التاسع (قوله لخبر فيه) أي لورود خبر في صيامه الحادي عشر مع ما قبله من صيام العاشر والتاسع وهو ما رواه الإمام أحمد صوموا يوم عاشوراء وخالفوا اليهود وصوموا قبله يوما وبعده يوما ذكره في شرح الروض وذكر فيه أيضا أن الشافعي نص في الأم والإملاء على استحباب صوم الثلاثة ونقله عنه الشيخ أبو حامد وغيره اهـ

 Artinya, “Maksud (perkataan, ‘bahkan sekalipun ia telah memuasakannya) bahkan tetap dianjurkan puasa 11 Muharram sekalipun ia telah berpuasa pada Tasu‘a 9 Muharram. Maksud (perkataan ‘sesuai hadits Rasulullah SAW perihal ini’) adalah sesuai hadits yang menganjurkan puasa pada 11 Muharram setelah puasa 9 dan 10 Muharram. Sabda Rasulullah SAW perihal ini diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal yang berbunyi, ‘Puasalah kalian pada Asyura (10 Muharram). Berbedalah dari kaum Yahudi dengan berpuasa sehari sebelum dan sesudahnya.’ Hal ini tersebut di Syarhur Raudh.

Di sini disebutkan bahwa Imam As-Syafi‘i mencantumkan anjuran puasa tiga hari ini di kitab Al-Umm dan Al-Imla’ sebagai dikutip Syekh Abu Hamid dan ulama lain,” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Kota Baharu-Penang-Singapura, Sulaiman Mar‘i, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 266).

MOTIVASI BERPUASA PADA 10 MUHARRAM

MOTIVASI BERPUASA PADA 10 MUHARRAM

Apa saja keutamaan puasa Asyura ? Puasa Asyura ini dilakukan pada hari kesepuluh dari bulan Muharram dan lebih baik jika ditambahkan pada hari kesembilan.

Berikut beberapa keutamaan puasa Asyura yang semestinya kita tahu sehingga semangat melakukan puasa tersebut.

1- Puasa paling utama setelah Ramadhan Adalah puasa di bulan Muharram.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Muharram disebut syahrullah yaitu bulan Allah, itu menunjukkan kemuliaan bulan tersebut.

Ath Thibiy mengatakan bahwa yang dimaksud dengan puasa di syahrullah yaitu puasa Asyura.

Sedangkan Al Qori mengatakan bahwa hadits di atas yang dimaksudkan adalah seluruh bulan Muharram. Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 2: 532.

Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling afdhol untuk berpuasa. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 50.

Hadits di atas menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram secara umum, termasuk di dalamnya adalah puasa Asyura.

2- Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Kata Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46.

Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura. Lihat Majmu’ Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 487-501

Tahun ini (1448 H), tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada hari Rabu dan Kamis (24 dan 25 Juni 2026). Semoga kita bisa menjalaninya dan jangan lupa sampaikan pada istri, anak, kerabat dan rekan-rekan muslim lainnya.

Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.

BERTAQWALAH, SEMOGA AMALMU DITERIMA

BERTAQWALAH, SEMOGA AMALMU DITERIMA

{لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ (37) }

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kalian supaya kalian mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kalian. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Allah Swt. berfirman, bahwa sesungguhnya telah disyariatkan bagi kalian menyembelih hewan-hewan ternak itu sebagai kurban agar kalian menyebut nama-Nya saat menyembelihnya. Karena sesungguhnya Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemberi Rezeki, tiada sesuatu pun dari daging atau darah hewan-hewan kurban itu yang dapat mencapai rida Allah. Sesungguhnya Dia Mahakaya dari selain-Nya. Orang-orang Jahiliyah di masa silam bila melakukan kurban buat berhala-berhala mereka, maka mereka meletakkan pada berhala-berhala itu daging kurban mereka, dan memercikkan darah hewan kurban mereka kepada berhala-berhala itu. Maka Allah Swt. berfirman:

{لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا}

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah. (Al-Hajj: 37)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Hammad, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Mukhtar, dari Ibnu Juraij yang mengatakan bahwa orang-orang Jahiliah di masa silam memuncrat­kan darah hewan kurban mereka ke Baitullah, juga daging hewan kurban mereka. Maka para sahabat Rasulullah Saw. berkata, “Kami lebih berhak untuk melakukan hal tersebut.” Kemudian Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya. (Al-Hajj: 37) Yakni karena ketakwaan kalianlah Allah menerimanya dan memberikan balasan kebaikan kepada pelakunya.

Seperti yang telah disebutkan di dalam kitab sahih, melalui sabda Rasulullah Saw.:

“إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ”

Sesungguhnya Allah Swt. tidak melihat kepada bentuk (rupa) dan harta kalian, tetapi melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian.

dan sebuah hadis yang menyatakan:

“إِنَّ الصَّدَقَةَ تَقَعُ فِي يَدِ الرَّحْمَنِ قَبْلَ أَنْ تَقَعَ فِي يَدِ السَّائِلِ، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ”

Sesungguhnya sedekah itu benar-benar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah sebelum sedekah itu diterima oleh tangan pemintanya. Dan sesungguhnya darah (hewan kurban) itu benar-benar diterima di sisi Allah sebelum darah itu menyentuh tanah.

Perihalnya sama dengan hadis terdahulu yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Imam Turmuzi yang menilainya hasan, diriwayatkan melalui Siti Aisyah r.a. secara marfu’.

Makna nas ini menunjukkan pernyataan diterimanya kurban di sisi Allah bagi orang yang ikhlas dalam amalnya. Tiada makna lain yang lebih cepat ditangkap dari nas ini menurut pendapat kalangan ulama ahli tahqiq; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Waki’ telah meriwayatkan dari Yahya ibnu Muslim ibnu Ad-Dahhak, bahwa ia pernah bertanya kepada Amir Asy-Sya’bi tentang kulit hewan kurban. Lalu Asy-Sya’bi menjawab seraya mengemukakan firman-Nya: Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah. (Al-Hajj: 37) Jika kamu suka menjualnya, kamu boleh menjualnya; jika kamu suka memakainya, kamu boleh memilikinya; dan jika kamu suka menyedekahkannya, kamu dapat menyedekahkannya.

Allah sudah menyebutkan dalam Al Qur’an surat Al Hajj ayat 37 qurban siapa yang di terima oleh Allah SWT, begitu juga Allah sebutkan dalam surat Al maidah ayat 27

{ ۞وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱبۡنَيۡ ءَادَمَ بِٱلۡحَقِّ إِذۡ قَرَّبَا قُرۡبَانٗا فَتُقُبِّلَ مِنۡ أَحَدِهِمَا وَلَمۡ يُتَقَبَّلۡ مِنَ ٱلۡأٓخَرِ قَالَ لَأَقۡتُلَنَّكَۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلۡمُتَّقِينَ }

[Surat Al-Ma’idah: 27]

Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam,ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”

Allah hanya akan menerima qurban dari orang yang bertaqwa

SARAPAN PAGI CUMA Rp. 2000,- DI WARUNG BERKAH

SARAPAN PAGI CUMA Rp. 2000,- DI WARUNG BERKAH

Oleh Bahtiar Khoiruddin

Kediri — Dewan Dakwah Kabupaten Kediri kembali menggelar program sosial bertajuk Warung Berkah pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di depan kantor sekretariat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri Jln. Yos Sudarso No. 02 Tulungrejo Pare Kediri dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.

Program Warung Berkah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Dewan Dakwah Kabupaten Kediri kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp2.000 untuk mendapatkan satu porsi makanan yang telah disediakan panitia. Pada pelaksanaan kali ini, panitia menyediakan sebanyak 70 porsi nasi lontong sayur yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Sejak pagi hari, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Antrean pengunjung tampak tertib dan penuh semangat untuk mengikuti program yang telah menjadi salah satu agenda rutin Dewan Dakwah Kabupaten Kediri tersebut. Kehadiran Warung Berkah tidak hanya membantu masyarakat memperoleh makanan dengan harga yang sangat terjangkau, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Koordinator warung berkah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan baik hingga selesai tanpa kendala berarti. Dukungan dari para pengurus, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat kegiatan ini dapat berjalan sukses.

“Alhamdulillah, kegiatan Warung Berkah hari ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Seluruh porsi yang kami sediakan dapat tersalurkan dengan baik kepada para pengunjung,” ujarnya.

Kehadiran sejumlah tokoh masyarakat turut menambah semarak kegiatan tersebut. Salah satu yang ikut meramaikan dan memberikan dukungan adalah Sulistiyo Budi, anggota DPRD Kabupaten Kediri yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Kabupaten Kediri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap berbagai program sosial dan dakwah yang dijalankan oleh organisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, beliau mengapresiasi konsistensi Dewan Dakwah Kabupaten Kediri dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, program seperti Warung Berkah merupakan contoh nyata sinergi antara dakwah dan pelayanan sosial yang dapat dirasakan manfaatnya oleh umat.

Program Warung Berkah tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan murah kepada masyarakat, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong. Dengan harga yang sangat terjangkau, masyarakat dapat menikmati makanan yang layak sekaligus merasakan kehangatan interaksi sosial yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

Para pengunjung yang hadir mengaku senang dan berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka menilai program tersebut sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan makanan dengan harga ekonomis di tengah berbagai kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Dewan Dakwah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk terus melanjutkan program Warung Berkah pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi salah satu sarana berbagi manfaat yang semakin luas jangkauannya serta mampu memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya Warung Berkah pada Jumat, 12 Juni 2026 ini, Dewan Dakwah Kabupaten Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan umat. Semoga program yang penuh keberkahan ini dapat terus langgeng, berkembang, dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Kabupaten Kediri serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menebarkan kebaikan dan kepedulian sosial.

Shalat Idul Adha 1447 H di halaman Masjid Al Hakim Jombangan

Shalat Idul Adha 1447 H di halaman Masjid Al Hakim Jombangan

Jombangan, Pare, Kediri – Ta’mir Masjid Al Hakim Jombangan bersama Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jombangan, Bapak Habibi, menyelenggarakan Shalat Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026, di halaman Masjid Al Hakim. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga dan jamaah sekitar dengan suasana yang khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha dimulai pukul 06.30 WIB. Sebelum pelaksanaan shalat, Bapak Sapto yang mewakili Ta’mir Masjid Al Hakim menyampaikan pengantar sekaligus beberapa pengumuman terkait pelaksanaan Shalat Idul Adha dan kegiatan penyembelihan hewan qurban yang akan dilaksanakan bersama jamaah Masjid Al Hakim.

Bertindak sebagai imam dan khatib Shalat Idul Adha adalah Ustadz Bahtiar Khoiruddin. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan tentang esensi ibadah qurban yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, yaitu mendahulukan perintah Allah dan Rasul-Nya di atas segala kepentingan lainnya.

Beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 36:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

dari ‘Umar Bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu, ketika ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللهِ! لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِي . فَقَالَ النَّبِيﷺ : لا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ! حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ . فَقَالَ لَهُ عُمَرَ : فَإِنَّهُ الآنَ وَاللهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِن نَفْسِي . فقال النبي : الآنَ يَا عُمَرُ

Wahai Rasulullah, engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak! Demi Dzat yang diriku berada ditanganNya sampai aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’ Lalu Umar berkata, ‘Sesungguhnya sekarang Ya Rasulallah demi Allah engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ‘Sekarang imanmu sempurna hai Umar.” (HR. Bukhari & Muslim)

Selain itu, beliau juga menyampaikan hadits dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang menunjukkan kewajiban mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi kecintaan kepada diri sendiri. Dalam hadits tersebut, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kesempurnaan iman tercapai ketika kecintaan kepada beliau melebihi kecintaan kepada diri sendiri.

Ustadz Bahtiar juga mengutip perkataan Adh-Dhahhak:

وقال الضحاك : لا تقضوا أمرا دون الله ورسوله من شرائع دينكم

“Janganlah kalian menetapkan suatu perkara tanpa Allah dan Rasul-Nya dari syariat-syariat agama kalian.”

Melalui khutbah tersebut, jamaah diajak untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan keluarganya dalam menjalankan perintah Allah SWT, sekaligus menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan, ketakwaan, dan semangat berkorban demi meraih ridha Allah SWT.

Setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha dan khutbah selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah antarjamaah yang berlangsung penuh keakraban. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama yang disediakan oleh panitia, dengan menu sederhana namun penuh kebersamaan, yaitu sayur lodeh dan soto.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ukhuwah Islamiyah dan semangat gotong royong di tengah masyarakat Jombangan semakin erat, serta nilai-nilai pengorbanan dan ketaatan yang terkandung dalam ibadah qurban dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Copyright © 2026 Dewan Dakwah Kediri