AMALAN YANG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA

AMALAN YANG MENGHILANGKAN PAHALA PUASA

Oleh Bahtiar Khoiruddin

Dalam menjalankan ibadah puasa selain harus memperhatikan keabsahannya secara fiqih, harus juga diperhatikan hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, agar puasa yang dikerjakan berkualitas. Berkaitan hal ini ada tiga hadits shahih tentang dosa yang menghilangkan pahala puasa.

Al-Imam Nawawi mengatakan dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab bahwa kesempurnaan dan keutamaan puasa hanya akan diperoleh dengan menjaga dari perkataan yang tidak berfaidah dan perkataan yang buruk, bukan oleh sebabnya puasa menjadi batal.

Berikut ini tiga hadits yang menjadi landasannya :

Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda :

 مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ   

yang Terhalang Beda Keyakinan Artinya, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak peduli dia telah meninggalkan makanan dan minumannya.”

Kedua, hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai dan Ibnu Majah dalam Sunannya, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak—ia berkata: “Hadits ini shahih sesuai syarat keshahihan hadits menurut standar Imam Al-Bukhari”—. Hadits ini diriwayatkan juga dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda:

   رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إلَّا السَّهَرُ

Artinya, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan hausnya saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malamnya saja.”

Ketiga, hadits riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak—ia berkata: “Hadits ini shahih sesuai standar keshahihan hadits menurut Imam Muslim”—. Hadits ini diriwayatkan juga dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda : dari Menggosip Orang

  لَيْسَ الصِّيَامُ مِنْ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ الصِّيَامُ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

Artinya, “Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji”.

Keempat, Sebenarnya ada​ hadits lain, yaitu :

  خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ الْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْكَذِبُ وَالْقُبْلَةُ وَالْيَمِينُ الْفَاجِرَةُ

Artinya, “Lima hal yang menyebabkan batalnya puasa, yaitu: ghibah, mengadu domba, berdusta, ciuman, dan sumpah palsu.”   Namun Imam Anb​​​​​​-Nawawi menilai hadits ini adalah hadits yang batil dan tidak dapat dijadikan hujah. (Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, [Beirut, Darul Fikr], juz VI, halaman 356).

Sederhannya, kesimpulan sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in, bahwa orang berpuasa perlu ditekankan untuk menjaga lisannya dari segala yang haram, semisal berbohong, mengunjing dan mencaci maki. Karena hal tersebut dapat menghilangkan pahala puasanya. Pendapat ini berdasarkan hadits-hadits shahih di atas dan pendapat ini merupakan pendapat Ashabus Syafi’i. Berbeda dengan Ashab Syafi’i, Imam Al-Adzra’i mengatkan bahwa seseorang yang melakukan hal tersebut ia tetap mendapatkan pahala puasanya dan baginya dosa kemaksiatannya itu. Sedangkan menurut Imam Auza’i hal tersebut dapat membatalkan puasanya, pendapat beliau ini mengqiyaskan pendapat mazhab Imam Ahmad tentang tidak sahnya shalat di tempat ghasab.

Beberapa hal yang menghilangkan pahala puasa dari penjelasan rasulullah saw dalam hadist di atas :

  1. Ghibah yaitu menceritakan aib seseorang kepada orang lain

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلاَ يَغْتِبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”. [Al-Hujurat/49:12]

  • Mengadudomba di antara manusia

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut,

ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺃَﻻَ ﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻌَﻀْﻪُ ﻫِﻰَ ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺎﻟَﺔُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ».

Dari Abdullah bin Mas’ud, sesungguhnya Muhammad berkata, “Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu ? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia”[1]

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa namimah bertujuan merusak hubungan manusia. Beliau berkata,

ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀ : ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔ ﻧَﻘْﻞ ﻛَﻠَﺎﻡِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑَﻌْﻀِﻬِﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻋَﻠَﻰ ﺟِﻬَﺔِ ﺍﻟْﺈِﻓْﺴَﺎﺩِ ﺑَﻴْﻨﻬﻢْ .

“Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka.”[2]

  • Berbohong baik perkataan maupun perbuatan

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”

TAKHRIJ HADITS

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (I/384); al-Bukhâri (no. 6094) dan dalam kitab al-Adabul Mufrad (no. 386);  Muslim (no. 2607 (105)); Abu Dawud (no. 4989); At-Tirmidzi (no. 1971); Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (VIII/424-425, no. 25991); Ibnu Hibban (no. 272-273-at-Ta’lîqâtul Hisân); Al-Baihaqi (X/196); Al-Baghawi (no. 3574); At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”

  • Perkataan keji seperti memfitnah ataupun mencaci maki

Allah Ta’ala juga berfirman,

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (dizalimi). Allah itu Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa’ [4]: 148)

Maksudnya, Allah Ta’ala tidak menyukai perkataan yang jelek, perkataan yang menyakiti (orang lain), kecuali bagi orang yang dizalimi. Bagi orang yang dizalimi, diperbolehkan untuk mendoakan jelek orang yang menzalimi, atau menyebutkan keburukan orang zalim tersebut.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

لا يحب الله أن يدعوَ أحدٌ على أحد، إلا أن يكون مظلومًا

“Maksudnya, Allah tidak menyukai seseorang berdoa jelek untuk orang lain, kecuali jika dia dizalimi.” [1]

  • Sumpah palsu

Dalam sebuah hadits disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasûlullâh! Apakah dosa-dosa besar itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang Muslim”. [HR. Al-Bukhâri, no. 6255]

Penyerahan Motor Operasional Dakwah Dewan Dakwah Kabupaten Kediri

Penyerahan Motor Operasional Dakwah Dewan Dakwah Kabupaten Kediri

Bismillah penyerahan motor operasional Dakwah, Diserahkan oleh Ustadz Bahtiar Khoiruddin ketua dewan dakwah kabupaten kediri kepada Ustadz Mubin Wakil Ketua Bidang Dakwah Kab Kediri…pada hari ini senin 22 Desember 2025

Penyerahan motor operasional ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung kelancaran aktivitas dakwah, khususnya dalam menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Sarana transportasi ini diharapkan dapat menjadi wasilah kebaikan dalam memperluas jangkauan pembinaan umat, kajian keislaman, serta kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Dalam dokumentasi pertama, tampak Ustadz Mubin menerima secara simbolis motor operasional tersebut didampingi oleh para pengurus dan tim dakwah. Penyerahan ini dilakukan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, sebagai amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan dakwah Islam.

Sementara itu, pada dokumentasi kedua, Ustadz Mubin terlihat telah menggunakan motor operasional tersebut, menandai kesiapan sarana ini untuk segera difungsikan dalam kegiatan dakwah lapangan. Kehadiran motor operasional ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dai, mempercepat koordinasi kegiatan, serta memudahkan akses ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Melalui penyerahan motor operasional dakwah ini, besar harapan agar aktivitas dakwah di Kabupaten Kediri semakin efektif, terorganisir, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan atas setiap langkah dakwah yang dilakukan, melipatgandakan pahala bagi semua pihak yang terlibat, serta menjadikan sarana ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

🌱 AYO BERWAKAF 1000 POHON PISANG 🌱

🌱 AYO BERWAKAF 1000 POHON PISANG 🌱

AYO BERWAKAF 1000 POHON PISANG

Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf, Laznas Dewan Dakwah KPZ Kediri mengajak Bapak/Ibu/Saudara untuk berpartisipasi dalam Program Wakaf Pohon Pisang Cavendish sebanyak 1.000 pohon dengan nilai wakaf Rp75.000,- per pohon.

Program ini bertujuan mendukung keberlangsungan kegiatan dakwah melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri. Dengan berwakaf satu pohon pisang, Bapak/Ibu turut berkontribusi dalam pengembangan dakwah Islam sekaligus menanam amal jariyah yang insyaAllah terus mengalir pahalanya selama pohon tersebut memberikan manfaat.

Wakaf pohon pisang dapat disalurkan secara tunai maupun transfer melalui rekening
BSI (451) No. Rekening 7733 54 6544
a.n. Laznas Dewan Dakwah KPZ Kediri.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi 0877 5666 4650 atau datang langsung ke Kantor Sekretariat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri, Jl. Yos Sudarso No. 2, Tulungrejo, Pare.

“Sedekah terbaik adalah yang terus memberi manfaat.”

Nasihat Ibu Kepada Anak tentang Ayahnya

Nasihat Ibu Kepada Anak tentang Ayahnya

Nasihat Ibu Kepada Anak tentang Ayahnya

Anakku…

Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu,
namanya melekat di namamu.
Memang ayah tak melahirkanmu,
memang ayah tak menyusuimu,
tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu.

Nasihat Ibu Kepada Anak tentang Ayahnya

Anakku …
Memang ayah tak menjagamu setiap saat.
Tapi tahukah kau, dalam doanya selalu ada namamu disebutnya.
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar, karena dia ingin terlihat kuat, agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman.
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat ibu, karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu.
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri.

Ibu hanya ingin kau tahu nak…
bahwa…
Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta ibu.

Anakku…
Jadi di dirinya juga terdapat Surga bagimu…
maka hormati dan sayangi ayahmu,
doakan, agar Allah mengampuni dosanya.

Mungkin ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi apakah engkau tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu.

Engkau berkata : “Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku…”

Tapi apakah engkau tahu, bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih.
Ayahlah yang selalu menanyakan apa yang engkau lakukan seharian.
Walau ia tak bertanya langsung kepadamu, karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatmu terlelap dalam tidur nyenyakmu.

Saat engkau sakit demam, ayah membentakmu : “Sudah diberitahu, jangan minum es !” Lantas engkau merengut menjauhi ayahmu dan menangis di depan ibu.
Tapi apakah engkau tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanmu, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanmu.

Ketika engkau remaja, engkau meminta izin untuk keluar malam, lalu ayah dengan tegas berkata : “Tidak boleh …!”

Sadarkah, bahwa ayahmu hanya ingin menjagamu. Beliau lebih tahu dunia luar dibandingkan engkau, bahkan ibumu.
Karena bagi ayah, engkau adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat engkau sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya, maka kadang engkau melanggar kepercayaannya.

Ayahlah yang setia menantimu di ruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanmu, “di mana, dan sedang apa engkau di luar sana…”

Setelah engkau dewasa, walau ibu yang mengantarmu ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah engkau, bahwa ayahlah yang berkata : “ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama…”

Di saat engkau merengek memerlukan ini dan itu, untuk keperluan kuliahmu dll, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir.
Ke mana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat engkau berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayahlah yang mengabari sanak saudara : “Anakku sekarang sukses.”

Walau kadang engkau cuma bisa membelikan baju koko, itu pun cuma setahun sekali, tetapi ayah akan tetap tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya.
Sampai ketika nanti engkau menemukan jodohmu, ayahmu akan sangat berhati-hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di atas pelaminan bersama pasanganmu, ayah pun tersenyum bahagia.

Lantas pernahkah engkau memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis ? Ayahmu menangis karena ayah sangat bahagia nak.

Dan beliau pun berdoa : “Ya Allah, bahagiakanlah putra-putriku bersama pasangannya …”

Semoga bermanfaat

Di Tulis Oleh Sigit Subiantoro Dewan Dakwah

🕌 Kantor Dewan Dakwah Kediri: Pusat Perjuangan Umat dan Pendidikan Dai

🕌 Kantor Dewan Dakwah Kediri: Pusat Perjuangan Umat dan Pendidikan Dai

Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik, Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kediri adalah jantung operasional dan markas strategis bagi seluruh kegiatan dakwah di wilayah Kediri dan sekitarnya. Lebih dari sekadar bangunan fisik, tempat ini menjadi simbol semangat perjuangan dan komitmen dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta melaksanakan pemberdayaan umat. DDII Kediri memainkan peran vital dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran, menjadikannya rujukan utama bagi masyarakat.

Fungsi Kunci dan Layanan Masyarakat

Kantor DDII Kediri berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk berbagai program strategis, termasuk:

  1. Pendidikan dan Kaderisasi Dai: Kantor ini menjadi tempat pelatihan intensif bagi calon-calon dai, membekali mereka dengan ilmu agama yang mendalam dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Program ini penting untuk memastikan ketersediaan dai berkualitas di daerah terpencil Kediri.
  2. Pusat Informasi dan Konsultasi Agama: Masyarakat dapat berkunjung untuk mendapatkan jawaban atas persoalan agama, konsultasi keluarga, hingga mendapatkan bimbingan syariah.
  3. Koordinasi Program Sosial: Mengatur penyaluran bantuan kemanusiaan, beasiswa pendidikan, dan program sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kediri.

Menjaga Estafet Dakwah di Era Modern

Dalam menghadapi tantangan era digital, Kantor DDII Kediri aktif bertransformasi. Selain pertemuan luring, kantor ini juga memfasilitasi kegiatan daring dan pengembangan konten dakwah digital. Ini adalah upaya untuk memastikan pesan dakwah dapat menjangkau generasi muda Kediri secara luas.

Dengan komitmen yang kuat terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, Kantor Dewan Dakwah Kediri terus berupaya menjadi mercusuar peradaban Islam, menjembatani ilmu dan amal, serta mencetak generasi yang berkarakter kuat. Kunjungi dan dukung terus program-program DDII Kediri untuk kemaslahatan umat!

Alamat Kantor Dewan Dakwah Kediri : Jl. Yos Sudarso No.1, Tulungrejo, Kec. Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64212
WA : 08511-784-5155
WEB : www.DewanDakwahKediri.com

Kantor Dewan Dakwah Kediri
Copyright © 2026 Dewan Dakwah Kediri