
Menjaga lisan dalam Islam merupakan salah satu fondasi utama dalam membentuk akhlak seorang muslim. Di era modern dan serba digital saat ini, ucapan tidak hanya keluar melalui tutur kata secara lisan, tetapi juga melalui tulisan dan unggahan di media sosial.
Lisan memiliki potensi ganda: ia bisa menjadi sarana meraih pahala melimpah melalui zikir dan perkataan baik, namun juga bisa menjadi pemicu utama dosa besar jika digunakan untuk ghibah, fitnah, atau memecah belah persaudaraan.
Lantas, mengapa Islam sangat menekankan pentingnya lisan? Apa saja dampak perkataan kita terhadap kehidupan di dunia dan akhirat? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
Mengapa Menjaga Lisan dalam Islam Sangat Penting?
Islam mengajarkan bahwa setiap ucapan manusia memiliki konsekuensi dan dicatat secara cermat oleh malaikat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(QS. Qaf: 18)
Selain itu, Rasulullah SAW menegaskan bahwa lisan adalah tolok ukur kesempurnaan iman seseorang. Dalam sebuah hadis populer, beliau bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, kemampuan mengontrol lisan bukan sekadar etika sosial, melainkan bukti nyata ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Dalil dan Keutamaan Menjaga Lisan
Banyak keutamaan dan jaminan dari Allah SWT serta Rasulullah SAW bagi umat Muslim yang mampu memelihara lisannya dari hal-hal yang tidak berguna:
- Jaminan Surga dari Rasulullah SAWRasulullah SAW memberikan jaminan khusus bagi siapa saja yang mampu menjaga anggota tubuhnya, terutama lisan. Beliau bersabda:“Barang siapa yang menjamin bagiku apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga.” (HR. Bukhari)
- Penyebab Utama Terhindar dari Siksa NerakaBanyak manusia terjerumus ke dalam api neraka bukan hanya karena perbuatannya, melainkan akibat dari buah ucapannya sendiri.
- Meningkatkan Derajat Kemuliaan Seorang MuslimPerkataan yang santun, jujur, dan membawa kedamaian akan mengangkat derajat seseorang di mata Allah dan sesama manusia.
Dampak Menjaga Lisan bagi Kehidupan Sehari-hari
Menjaga ucapan memberikan dampak positif yang sangat nyata dalam interaksi sosial maupun kedamaian jiwa. Berikut beberapa di antaranya:
1. Menjaga Keharmonisan Hubungan Sosial
Sebagian besar perselisihan, keretakan rumah tangga, dan permusuhan antar teman bersumber dari kata-kata yang menyakitkan atau tuduhan tanpa bukti. Dengan menjaga lisan, hubungan silaturahmi akan tetap terjaga erat.
2. Terhindar dari Dosa Ghibah dan Fitnah
Ghibah (membicarakan aib orang lain) dan fitnah adalah penyakit lisan yang sangat dibenci dalam Islam. Menjaga lisan membantu mendisiplinkan diri agar tidak ikut campur dalam urusan yang tidak bermanfaat.
3. Memberikan Kedamaian dan Ketenangan Hati
Orang yang terbiasa menjaga lisannya tidak akan dibayang-bayangi oleh rasa penyesalan, cemas, atau takut akan akibat dari perkataan buruk yang terlanjur diucapkan.
4. Membangun Reputasi dan Kepercayaan
Kejujuran dan kesantunan dalam berkata-kata akan melahirkan rasa hormat serta kepercayaan dari orang-orang di sekitar Anda, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun tempat kerja.
Cara Praktis Menjaga Lisan di Era Digital
Di zaman sekarang, menjaga lisan juga mencakup cara kita berinteraksi di media sosial (etika jemari). Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
- Berpikir Sebelum Berbicara atau Mengetik: Tanyakan pada diri sendiri apakah ucapan atau komentar tersebut bermanfaat, benar, dan tidak menyakiti orang lain.
- Utamakan Diam Jika Tidak Tahu: Mengaku tidak tahu atau memilih diam jauh lebih mulia daripada membagikan informasi salah (hoaks).
- Perbanyak Zikir dan Kalimat Thayyibah: Basahi lidah dengan zikir, istigfar, serta kata-kata motivasi yang positif.
- Hindari Majelis Ghibah: Jauhi lingkungan atau percakapan yang cenderung mengarah pada pembicaraan aib orang lain.
Kesimpulan
Pentingnya menjaga lisan dalam Islam bukan hanya tentang etika berkomunikasi, melainkan cerminan kualitas iman dan keselamatan seorang muslim di dunia dan akhirat. Dengan membiasakan diri berkata baik atau memilih diam, kita dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, serta mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Mari mulai hari ini dengan memperbanyak tutur kata yang santun, bermanfaat, dan menyejukkan bagi siapa saja yang mendengarnya.
Artikel kami sebelumnya
https://dewandakwahkediri.com/2026/10/10/polemik-pendidikan-gibran/
Kunjungi Pasar Dewan Dakwah Kediri




