KEISTIMEWAAN MALAM LAILATUL QADAR

KEISTIMEWAAN MALAM LAILATUL QADAR

Oleh Bahtiar Khoiruddin

  1. Para malaikat turun membersamai orang yang menghidupkan malam tersebut

{ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ }

[Surat Al-Qadar: 4]

Pada malam itu turun para malaikat dan Rūh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H) menjelaskan ayat keempat ini: “Banyaknya malaikat yang turun pada malam Lailatul Qadr, karena banyak keberkahan. Turunnya malaikat bersamaan dengan turunnya barakah dan rahmat, seperti turunnya malaikat saat pembacaan Al-Qur’an. Mereka mengepung halaqah orang-orang yang sedang berdzikir. Mereka meletakkan sayap-sayapnya kepada para pencari ilmu dengan bersungguh-sungguh sebagai penghormatan kepadanya.”

Imam Al-Qurthubi (wafat 671 H) menafsirkan ayat “tanazzalul-malā`ikatu”: yakni Malaikat dari seluruh langit dan Sidratil Muntaha turun. Mereka semua turun ke bumi dan mengaminkan doa-doa manusia yang sedang dipanjatkan sampai terbitnya fajar.

Syekh Ali As-Shabuni (wafat 2021) menafsirkan ayat 4 ini: para Malaikat dan Jibril turun ke bumi di malam tersebut dengan membawa urusan Tuhan yang telah dipastikan dan ditetapkan untuk manusia dari malam tersebut sampai tahun berikutnya.” (Muhammad Ali As-Shabuni, Shafwatut Tafasir, [Kairo, Darus Shabuni: 1997 M/1417 H], juz III, halaman 558).

  • Malam itu adalah malam keselamatan, Allah turunkan keberkahan, rahmat dan pencatatan taqdir baik untuk mereka yang meraihnya

{ سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ }

[Surat Al-Qadar: 5]

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Lalu apa makna (سَلَامٌ) dalam ayat ini ?

Sebagian ulama mengatakan maknanya adalah kesejahteraan padanya dalam segala urusan.

Sebagian lagi mengatakan maknanya adalah keselamatan, sehingga pada malam tersebut setan tidak mampu berbuat keburukan atau tidak mampu mengganggu. Ini merupakan pendapat yang dipilih oleh Mujahid.

Asy Sya’bi mengatakan makna (سَلَامٌ) adalah salam para malaikat kepada Ahli Mesjid hingga terbit fajar.

Qatadah dan Ibnu Zaid mengatakan makna (سَلَامٌ) adalah semua kebaikan sehingga tidak ada keburukan padanya hingga terbit fajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Dewan Dakwah Kediri