HALAL BIHALAL DEWAN DAKWAH KABUPATEN/KOTA KEDIRI

HALAL BIHALAL DEWAN DAKWAH KABUPATEN/KOTA KEDIRI

Oleh Bahtiar Khoiruddin

Kediri — Dewan Dakwah Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Halal Bihalal pada Sabtu, 4 April 2026 M bertepatan dengan 14 Syawal 1447 H. Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Bapak Muhammad Toyyib yang beralamat di Jl. Tamrin RT/RW 02/05, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Iman dan Taqwa serta Mempererat Persaudaraan Sesama Umat Islam”. Halal bihalal tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Kediri, jamaah, perwakilan desa binaan, serta para simpatisan yang turut memeriahkan acara dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung dengan tertib, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (qiro’atul Qur’an) yang dibawakan oleh perwakilan masyarakat sekitar. Suasana religius begitu terasa ketika lantunan ayat-ayat suci menggema, menambah kekhusyukan seluruh peserta yang hadir.

Memasuki sesi sambutan, Ustadz Rofiq sebagai Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat dakwah di tengah masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Bahtiar Khoiruddin, Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Kediri yang menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah serta memperkuat peran dakwah dalam kehidupan sosial. Ia juga mengajak seluruh elemen yang hadir untuk terus berkontribusi dalam membina umat melalui kegiatan-kegiatan positif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bapak Tom Mas’udi perwakilan dari Dewan Dakwah Jawa Timur dalam sambutannya menyinggung tentang pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa. Ia menyampaikan bahwa dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sosok Mohammad Natsir merupakan salah satu tokoh penting yang berperan besar dalam menjaga persatuan bangsa. Dalam suasana yang hangat, ia juga mengadakan pembagian hadiah kepada para peserta yang hadir, yang disambut dengan antusias oleh jamaah.

Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Shobery dari Nganjuk. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan tentang urgensi dakwah serta tahapan-tahapan yang perlu dilakukan agar dakwah dapat berjalan efektif dan diterima oleh masyarakat.

Menurut Ustadz Shobery, metode dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini. Pertama, menyebarkan salam sebagai bentuk awal membangun kedekatan dan menciptakan suasana yang penuh kedamaian. Kedua, memberi makan kepada sesama tanpa memandang latar belakang sosial, baik kepada yang membutuhkan maupun yang berkecukupan, sebagai bentuk kepedulian yang dapat meluluhkan hati.

Ketiga, menyambung tali persaudaraan, baik sesama Muslim maupun sesama manusia secara umum. Hal ini dinilai penting dalam membangun hubungan emosional yang kuat sehingga pesan dakwah lebih mudah diterima. Keempat, melaksanakan shalat malam sebagai bentuk ikhtiar spiritual, memohon kepada Allah SWT agar setiap usaha dakwah yang dilakukan diberikan kemudahan dan keberkahan.

Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antar sesama umat, serta tumbuh semangat baru dalam menjalankan dakwah dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Momentum Syawal pun dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat iman dan takwa, sekaligus memperkokoh persatuan di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Dewan Dakwah Kediri