
Nabi Muhammad SAW: The Ultimate Role Model di Era Overthinking dan FOMO adalah jawaban atas kecemasan mental yang melanda pemuda Gen Z saat ini. Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan media sosial, momentum bulan Maulid Rabiul Awal menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali gaya hidup Rasulullah SAW sebagai panduan menjaga kesehatan mental dan arah hidup.
Mengapa Gen Z Rentan Overthinking dan FOMO?
Generasi Z tumbuh di era digital yang serba cepat. Paparan berlebihan terhadap pencapaian orang lain di media sosial memicu Fear of Missing Out (FOMO) dan rasa cemas berlebih (overthinking) terhadap masa depan. Akibatnya, banyak anak muda merasa tidak cukup, kehilangan arah, dan mengalami krisis mental.
Momentum Maulid Rabiul Awal hadir sebagai pengingat bahwa Islam memiliki solusi atas masalah psikologis ini melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Resep Nabi Muhammad SAW Menghadapi FOMO dan Overthinking
Rasulullah SAW mengajarkan prinsip-prinsip hidup yang sangat relevan untuk mengatasi tekanan mental modern:
- Menerapkan Qana’ah untuk Memutus FOMOFOMO timbul dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Rasulullah SAW mengajarkan sikap qana’ah (merasa cukup dan bersyukur) agar hati tetap tenang. Rasulullah SAW bersabda:“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim)
- Bertawakal untuk Mengatasi OverthinkingOverthinking terjadi ketika seseorang terlalu mengkhawatirkan hal-hal di luar kendalinya. Allah SWT menegaskan pentingnya menyerahkan hasil akhir setelah berikhtiar:“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. At-Talaq: 3)
- Fokus pada Hal yang BermanfaatMengonsumsi konten yang tidak perlu hanya akan membebani pikiran. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk menyaring informasi dan aktivitas:“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi)
Cara Gen Z Meneladani Rasulullah di Era Modern
- Lakukan Detoks Digital: Batasi penggunaan media sosial dan alokasikan waktu untuk self-reflection (muhasabah) seperti tradisi menyendiri (khalwat) yang dilakukan Rasulullah.
- Jadikan Shalat sebagai Penenang Jiwa: Saat pikiran terasa penuh, kembalikan ketenangan melalui shalat dan zikir sebagaimana Rasulullah menjadikan shalat sebagai tempat rehat terbaik.
- Fokus pada Pengembangan Diri: Alihkan energi dari membandingkan diri menjadi proses belajar yang konsisten (istiqamah).
Menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai ultimate role model di bulan Maulid Rabiul Awal ini akan membantu Gen Z mengubah overthinking menjadi kesadaran diri (mindfulness) dan mengganti FOMO dengan ketenangan jiwa yang hakiki.
Artikel kami sebelumnya
https://dewandakwahkediri.com/2026/08/20/sholeh-tanpa-kaku-gaya-hidup-modern/
Kunjungi Pasar Dewan Dakwah Kediri




