Kediri, 16 Februari 2026 — Dewan Dakwah Kabupaten Kediri kembali mendapat amanah menerima kiriman da’i dari Akademi Dakwah Indonesia (ADI) dalam program kaderisasi da’i Dewan Dakwah Wilayah Jawa Timur pada Ramadhan 1447 Hijriyah. Sebanyak enam da’i muda diterjunkan untuk mengabdi di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kediri selama satu bulan penuh.
Empat da’i laki-laki yang ditugaskan adalah Wah Wah, Ichsan, Yasin, dan Wahyu, serta dua da’iyah perempuan. Setibanya di Kediri pada 16 Februari 2026, rombongan terlebih dahulu transit di Masjid Al Hilal Ngadiluwih, salah satu masjid binaan Dewan Dakwah Kabupaten Kediri.
Kajian Perdana Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat
Kediri – Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri menggelar kajian perdana pada Jumat, 7 November 2025, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Ibu Nining Purwati, Pojar (Pogar), Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Kajian yang dipimpin oleh Ketua Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri, Ibu Iswanti, ini mengangkat tema “Pesona Wanita Sholehah: Cerminan Keindahan Iman dan Akhlak.” Acara menghadirkan Ustadz Bahtiar Khoiruddin sebagai pemateri utama.
Dalam sambutannya, Ibu Iswanti menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kajian perdana ini. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan muslimah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, antusiasme jamaah luar biasa. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus istiqamah menghadirkan kajian-kajian yang bermanfaat,” ujarnya.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Pare dan sekitarnya, tetapi juga dari Muslimat Dewan Dakwah Ngadiluwih dan daerah sekitar lainnya. Bahkan, sejumlah sesepuh turut hadir meski harus menempuh jarak yang cukup jauh dan dalam kondisi hujan. Semangat dan keistiqamahan mereka menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Bahtiar Khoiruddin menekankan bahwa wanita sholehah adalah cerminan keindahan iman dan akhlak. Ia mengajak para muslimah untuk terus memperbaiki diri, menjaga adab, memperkuat ibadah, serta menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.
Suasana kajian berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak menyimak dengan seksama dan aktif dalam sesi tanya jawab.
Dengan suksesnya kajian perdana ini, Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Ibu Iswanti berkomitmen untuk terus mengembangkan program dakwah dan pembinaan yang memberi manfaat luas bagi umat.
“Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan puasa atas kalian sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi bertakwa.” (Al-Baqarah: 183).
Taqwa adalah tujuan di wajibkannya mengikuti jalan yang lurus Allah Ta’ala berfirman,
“Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu Allah perintahkan agar kamu bertakwa.” (Al-An’am: 153).
Taqwa adalah tujuan di wajibkannya menjauhi larangan Allah SWT Allah Ta’ala berfirman,
“Itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah maka jangan kalian mendekatinya, demikianlah Allah jelaskan ayat-ayatNya kepada manusia agar semoga mereka bertakwa.” (Al-Baqoroh: 187).
Taqwa adalah tujuan di wajibkannya menjauhi ancaman Allah SWT Dan Allah Subhanahu juga berfirman,
“Dan demikianlah kami turunkan padanya Al-Quran berbahasa Arab dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, didalamnya sebagian dari ancaman agar mereka bertakwa atau agar Al-Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka” (Thoha: 113)
Taqwa adalah tujuan di wajibkannya beribadah kepada Tuhan kalian
[Surat Al-Baqarah: 63] Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.”
Taqwa adalah tujuan di wajibkannya qisos yang di dalamnya ada jaminan kehidupan
[Surat Al-Baqarah: 179] Dan dalam qiṣāṣ itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa.
Sehingga kita harus belajar tentang apa saja amalan yang di lakukan oleh orang-orang bertaqwa menurut Allah SWT dan rasul-Nya di dalam Al Quran maupun hadits
Allah SWT sudah menyebutkan hal tersebut di dalam Al Qur’anul Karim yaitu dalam surat Al Baqarah ayat 177, surat Ali Imran ayat 133 -136 dan surat Azzumar ayat 33, berikut ini adalah ayat-ayat yang menyampaikan tentang amalan orang-orang yang bertaqwa :
“Bukanlah termasuk kebajikan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan ditengah perjalanannya, dan orang yang meminta-minta dan memerdekakan budak, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang jujur (keimanannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Al-Baqoroh: 177).
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka mengingat Allah kemudian memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak melanjutkan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah Ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Ali Imran: 133-136).
[Surat Az-Zumar: 33] Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Nah kalau kita ingin berhasil menjadi orang yang bertaqwa dengan wasilah amal kebaikan yang ada di bulan Ramadhan, maka harus belajar tentang amalan apa saja yang oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya amalkan di dalam bulan Ramadhan, seperti membaca Al Qur’an, melaksanakan qiyamu ramadhan, memberi makan dan minum untuk berbuka buat orang-orang yang berpuasa, makan sahur, meninggalkan hal-hal yang akan membatalkan puasa termasuk hal-hal yang membuat pahala puasa jadi hilang, dan lain-lain, termasuk mengamalkan hal-hal yang manjadi kebiasaan orang-orang yang bertaqwa mengamalkan hal tersebut seperti yang terdapat dalam 3 surat di atas tadi
Mengamalkan semua kebaikan itu semua di bulan ramadhan dengan sebaik-baiknya, sampai semua amal kebaikan menjadi kebiasaan kita sampai di bulan-bulan lain setelah bulan ramadhan juga tetap mengamalkannya bahkan berubah menjadi lebih baik dari sebelum membersamai bulan suci Ramadan ini
Kalau kita sudah mengamalkan itu semua maka selanjutnya berdoalah kepada Allah SWT agar ibadah puasa dan semua amalan ibadah yang kita lakukan di bulan ramadhan itu di terima oleh Allah SWT dan semoga karena hal tersebut kita termasuk orang-orang bertaqwa menurut Allah, kemudian Allah memasukkan kita ke dalam surga Nya.
Ramadhan selalu menjadi momentum mempererat ukhuwah dan menguatkan syiar Islam di tengah masyarakat. Hal itu tampak dalam kegiatan Safari Dakwah Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan oleh Pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Kediri di Masjid Nurul Islam, Desa Kunjang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, pada Sabtu malam (23/2).
Sejak menjelang waktu berbuka, suasana di Masjid Nurul Islam Kunjang Wates Kediri sudah dipenuhi jamaah. Sekitar 100 orang, terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar, hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan safari dakwah yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan.
Ustadz Bahtiar sebagai ketua Dewan Dakwah Kabupaten Kediri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Dakwah Ramadhan merupakan agenda rutin untuk mempererat silaturahmi antara pengurus dewan dakwah, da’i dan masyarakat khususnya pada bulan ramadhan sekaligus menguatkan semangat ibadah di bulan suci dan semoga kedepannya dewan dakwah bisa hadir di desa atau masjid binaan setiap satu bulan sekali minimal alhamdulillah jika bisa lebih dari itu.
“Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Melalui safari dakwah ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan umat, membersamai masyarakat dalam ibadah dan memperkuat nilai-nilai keislaman, sekaligus kami ucapkan terimakasih pada semua teman-teman pengurus dewan dakwah dan warga yang ikut mensupport terlaksananya acara ini” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan tausiyah menjelang berbuka puasa. Dalam ceramahnya, penceramah mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal serta memaksimalkan momentum Ramadhan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa.
Adzan Maghrib berkumandang, jamaah pun berbuka puasa bersama dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan oleh takmir dan warga. Kebersamaan terasa hangat, mencerminkan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang kental di tengah masyarakat Kunjang.
Usai berbuka dan menunaikan shalat Maghrib berjamaah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Barisan jamaah yang memenuhi saf hingga ke serambi masjid menjadi pemandangan yang menggembirakan. Sekitar 100 jamaah mengikuti shalat Tarawih dengan khusyuk, dipimpin oleh imam dari Dewan Dakwah Kabupaten Kediri.
Dalam kultum setelah Tarawih, disampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan umat dan menghidupkan masjid sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Takmir Masjid Nurul Islam menyampaikan apresiasi atas kunjungan safari dakwah tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara lembaga dakwah dan masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah di rumah Pak Takmir yang tidak jauh dari masjid. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Kediri berdialog dengan tokoh masyarakat dan jamaah. Diskusi ringan seputar program pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta penguatan generasi muda menjadi topik hangat malam itu.
Safari Dakwah Ramadhan 1447 H ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen Dewan Dakwah Kabupaten Kediri dalam membina dan menguatkan umat hingga ke tingkat desa. Di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah, kebersamaan yang terjalin di Masjid Nurul Islam Kunjang Wates menjadi potret indah sinergi dakwah dan masyarakat.
Menjelajahi Potensi Ekonomi Wakaf, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi ekonomi umat melalui inisiatif strategis: Survey Wakaf Produktif. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi dan memetakan aset-aset wakaf di wilayah Kediri yang selama ini mungkin belum termanfaatkan secara optimal. Tujuannya jelas: mengubah wakaf dari sekadar aset sosial menjadi modal produktif yang berkelanjutan.
Mengapa Wakaf Produktif Penting?
Wakaf Produktif adalah instrumen ekonomi syariah yang memiliki daya ungkit besar. Dengan menjadikannya produktif—misalnya dalam bentuk usaha, pertanian, atau properti sewa—hasil keuntungannya dapat terus menerus disalurkan untuk membiayai program dakwah, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Tim Survey DDII Kediri bertugas mendata lokasi, status legal, dan potensi pengembangan aset wakaf. Ini termasuk tanah kosong, bangunan lama, hingga potensi wakaf uang dari donatur. Data akurat ini sangat krusial sebagai dasar perencanaan proyek investasi wakaf yang menguntungkan dan sesuai syariah.
Langkah Strategis Pasca-Survey
Hasil dari Survey Wakaf Produktif ini akan menjadi panduan untuk langkah-langkah selanjutnya, antara lain:
Legalitas: Pengurusan sertifikasi dan legalitas wakaf agar terjamin keamanannya.
Perencanaan Bisnis: Penyusunan proposal bisnis untuk pengembangan aset wakaf menjadi unit usaha, seperti pusat pelatihan, klinik kesehatan, atau minimarket berbasis syariah.
Fundraising: Mengajak masyarakat dan stakeholder untuk berpartisipasi dalam proyek wakaf produktif yang telah terukur.
DDII Kediri berharap, melalui upaya ini, kemandirian finansial umat Islam di Kediri akan tercapai. Mari dukung inisiatif Wakaf Produktif ini, karena setiap kontribusi kecil akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Kata Kunci : Survey Wakaf Produktif, Dewan Dakwah Kediri, DDII Kediri, Ekonomi Syariah Kediri, Potensi Wakaf, Kemandirian Umat.
Wakaf Produktif Dewan Dakwah Kediri Ngadiluwih, Terdapat 3 titik Wakaf Produktif disana yaitu 1 lahan berupa tempat ibadah masjid dan juga aktif kegiatan TPQ juga Senam Lansia, 2, Sudah Siap Rumah DAI berdekatan dengan Masjid Tersebut, dan 3, Kantor Dewan Dakwah Kediri Rating Ngadiluwih.
Wakaf Masjid Daerah Baran, Maesan, Kec. Mojo, Kabupaten Kediri
Wakaf Lahan Produktif 3000++ m2 Siap Di kerjasamakan, Saat ini sedang di tanam Tebu, Jika ada yang lebih Profit dan Produktif Lagi Silahkan Menghubungi Team Ekonomi Ummat Dewan Dakwah Kediri
Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik, Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kediri adalah jantung operasional dan markas strategis bagi seluruh kegiatan dakwah di wilayah Kediri dan sekitarnya. Lebih dari sekadar bangunan fisik, tempat ini menjadi simbol semangat perjuangan dan komitmen dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta melaksanakan pemberdayaan umat. DDII Kediri memainkan peran vital dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran, menjadikannya rujukan utama bagi masyarakat.
Fungsi Kunci dan Layanan Masyarakat
Kantor DDII Kediri berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk berbagai program strategis, termasuk:
Pendidikan dan Kaderisasi Dai: Kantor ini menjadi tempat pelatihan intensif bagi calon-calon dai, membekali mereka dengan ilmu agama yang mendalam dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Program ini penting untuk memastikan ketersediaan dai berkualitas di daerah terpencil Kediri.
Pusat Informasi dan Konsultasi Agama: Masyarakat dapat berkunjung untuk mendapatkan jawaban atas persoalan agama, konsultasi keluarga, hingga mendapatkan bimbingan syariah.
Koordinasi Program Sosial: Mengatur penyaluran bantuan kemanusiaan, beasiswa pendidikan, dan program sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kediri.
Menjaga Estafet Dakwah di Era Modern
Dalam menghadapi tantangan era digital, Kantor DDII Kediri aktif bertransformasi. Selain pertemuan luring, kantor ini juga memfasilitasi kegiatan daring dan pengembangan konten dakwah digital. Ini adalah upaya untuk memastikan pesan dakwah dapat menjangkau generasi muda Kediri secara luas.
Dengan komitmen yang kuat terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, Kantor Dewan Dakwah Kediri terus berupaya menjadi mercusuar peradaban Islam, menjembatani ilmu dan amal, serta mencetak generasi yang berkarakter kuat. Kunjungi dan dukung terus program-program DDII Kediri untuk kemaslahatan umat!
Alamat Kantor Dewan Dakwah Kediri : Jl. Yos Sudarso No.1, Tulungrejo, Kec. Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64212 WA : 08511-784-5155 WEB : www.DewanDakwahKediri.com
🌙 Rapat Kerja Dewan Dakwah Kediri 2025: Mengokohkan Visi dan Aksi Dakwah dengan Visi Besar untuk Kediri yang Lebih Berdaya
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kediri kembali menggelar agenda penting tahunan mereka: Rapat Kerja (Raker) 2025. Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen krusial untuk mengevaluasi capaian tahun sebelumnya dan merumuskan strategi dakwah yang lebih efektif dan inovatif di tengah tantangan zaman. Raker 2025 di Kediri diharapkan menjadi titik tolak pengokohan visi dakwah yang fokus pada pemberdayaan umat dan pembangunan karakter Islami.
Strategi Dakwah Inovatif dan Berdampak
Fokus utama Raker kali ini adalah pembahasan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kediri. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan meliputi:
Optimalisasi Media Digital: Memperluas jangkauan dakwah melalui platform digital dan media sosial untuk menyasar segmen generasi muda Kediri.
Pendidikan dan Kaderisasi: Penguatan program pendidikan dai dan kaderisasi di tingkat desa/kelurahan, memastikan estafet dakwah berkelanjutan.
Dakwah Komunitas: Pengembangan program dakwah yang menyentuh langsung isu-isu sosial dan ekonomi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan bantuan kemanusiaan.
Kolaborasi dan Sinergi untuk Kediri Berkah
Keberhasilan program DDII Kediri sangat bergantung pada sinergi dengan berbagai pihak. Dalam Raker 2025, penekanan kuat diberikan pada kolaborasi dengan organisasi Islam lain, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, DDII Kediri berkomitmen menjadikan dakwah sebagai motor penggerak kemajuan umat dan menjaga keharmonisan di wilayah Kediri.
Melalui Raker Dewan Dakwah Kediri 2025 ini, diharapkan lahir program kerja yang tak hanya terencana tetapi juga terukur dampaknya, membawa Kediri menjadi kota yang lebih berkah, berilmu, dan berdaya saing. Nantikan aksi nyata dari program-program yang akan segera diluncurkan!
Kata Kunci : Rapat Kerja Dewan Dakwah Kediri 2025, DDII Kediri, Strategi Dakwah, Program Dakwah Kediri, Kaderisasi Dai.