Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri Gelar Kajian Rutin Dua Bulanan
Kediri — Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Kediri kembali melaksanakan kegiatan rutin dua bulan sekali berupa kajian khusus ibu-ibu pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di kediaman Ibu Syamsyiyah, Jl. Cemp No. 29, Tegalsarri, Tulungrejo, Pare, Kediri, dan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Acara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kehangatan ini dihadiri oleh para anggota dan simpatisan Muslimat DDII dari berbagai wilayah sekitar. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (qiro’atul Qur’an) yang menambah suasana religius dan menenangkan.
Sambutan disampaikan oleh Ketua Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Kabupaten Kediri, Ibu Iswanti. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi dalam menuntut ilmu dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kesibukan sebagai seorang ibu dan anggota masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperkuat keimanan dan memperbaiki akhlak.
Kajian inti disampaikan oleh Ustadz Bahtiar Khoiruddin dengan tema “Wanita Sejati, Akhlaknya Menyentuh Hati.” Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa kemuliaan seorang wanita tidak hanya terletak pada penampilan lahiriah, tetapi pada keindahan akhlak, kelembutan sikap, serta keteguhan dalam menjaga nilai-nilai Islam. Wanita sejati, menurut beliau, adalah sosok yang mampu menjadi penyejuk dalam keluarga, pendidik pertama bagi anak-anaknya, serta teladan dalam lingkungan masyarakat.
Peserta tampak antusias mengikuti kajian, terlihat dari perhatian yang penuh dan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Banyak di antara mereka yang merasa termotivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama yang semakin mempererat kebersamaan. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi tujuan utama kegiatan ini.
Semoga melalui kegiatan rutin ini, Allah SWT menautkan hati-hati para Muslimah, menguatkan ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan setiap langkah dalam majelis ilmu sebagai amal jariyah yang penuh keberkahan.
Safari Ramadhan 1447 H DDII Kabupaten Kediri Digelar di Musholla Sabilun Najah Tritis Mojo
Kediri – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Kediri kembali melanjutkan agenda Safari Ramadhan 1447 H yang kedua pada Ahad, 1 Maret 2026 M. Kegiatan tersebut berlangsung di Musholla Sabilun Najah, Desa Tritis, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mulai pukul 17.00 WIB.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan kalam Ilahi yang menambah suasana khusyuk di tengah jamaah yang hadir. Sekitar 60 jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Takmir Musholla Sabilun Najah, Ustadz Sunardi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran rombongan Safari Ramadhan DDII Kabupaten Kediri serta berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi bagi jamaah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan.
Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri, Bapak Sigit Subiyantoro. Beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan umat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan-kegiatan dakwah yang menyentuh langsung masyarakat.
Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Rofiq. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat iman dan takwa, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak yatim dan fakir miskin.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh kehangatan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin sebagai bentuk kepedulian dan implementasi nilai-nilai ajaran Islam. Acara ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momen kebersamaan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, sehingga satu dengan yang lain saling mencintai, saling membantu, dan saling menghormati.
Diharapkan melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, hubungan antara jamaah Musholla Sabilun Najah, masyarakat sekitar, serta pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri semakin kuat dan harmonis dalam membangun kehidupan umat yang lebih baik.
Kediri – Biro Ekonomi Ummat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Al Haq terus menguatkan langkah pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf. Salah satu program unggulannya adalah penanaman 1.000 pohon pisang Cavendish di atas lahan wakaf seluas kurang lebih setengah hektar.
Tahap awal program ini dilaksanakan di lahan seluas 21 ru yang berada di Dusun Tegalsari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Sebelumnya, pada 3 Februari 2026, para pengurus melakukan pendongkelan sisa-sisa akar rumput gajah sebagai bagian dari proses persiapan lahan agar siap ditanami.
Penanaman perdana dilaksanakan pada 5 Februari 2026 dengan jumlah 70 pohon pisang Cavendish melalui kegiatan kerja bakti pengurus Dewan Dakwah. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian tugas yang tertata rapi.
Sebagian pengurus mengambil bibit pisang di kebun milik Bapak Sujud di wilayah Badas menggunakan kendaraan viar. Tim lainnya menyiapkan makanan dan minuman untuk mendukung kelancaran kegiatan. Ada pula yang menyiapkan peralatan tanam, merapikan serta membersihkan lahan, membuat lubang tanam, hingga melakukan proses penanaman.
Alhamdulillah, berkat semangat gotong royong, penanaman 70 pohon tersebut selesai pada pukul 11.00 WIB.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Sulistiyo Budi, anggota DPRD Kabupaten Kediri dari PKS. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan agar proses penanaman disertai dengan pembacaan sholawat sebagai bentuk doa dan harapan agar tanaman tumbuh subur serta membawa keberkahan.
Senada dengan itu, Ketua Biro Ekonomi Ummat, Bapak Muhammad Al Haq, juga mengingatkan pentingnya memulai setiap kegiatan dengan berdoa kepada Allah SWT agar program wakaf produktif ini diberikan kelancaran dan hasil yang bermanfaat bagi umat.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan wakaf yang produktif, profesional, dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat kemandirian ekonomi umat di Kabupaten Kediri.
Kajian Perdana Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat
Kediri – Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri menggelar kajian perdana pada Jumat, 7 November 2025, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Ibu Nining Purwati, Pojar (Pogar), Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Kajian yang dipimpin oleh Ketua Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri, Ibu Iswanti, ini mengangkat tema “Pesona Wanita Sholehah: Cerminan Keindahan Iman dan Akhlak.” Acara menghadirkan Ustadz Bahtiar Khoiruddin sebagai pemateri utama.
Dalam sambutannya, Ibu Iswanti menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kajian perdana ini. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pembinaan muslimah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, antusiasme jamaah luar biasa. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus istiqamah menghadirkan kajian-kajian yang bermanfaat,” ujarnya.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Pare dan sekitarnya, tetapi juga dari Muslimat Dewan Dakwah Ngadiluwih dan daerah sekitar lainnya. Bahkan, sejumlah sesepuh turut hadir meski harus menempuh jarak yang cukup jauh dan dalam kondisi hujan. Semangat dan keistiqamahan mereka menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Bahtiar Khoiruddin menekankan bahwa wanita sholehah adalah cerminan keindahan iman dan akhlak. Ia mengajak para muslimah untuk terus memperbaiki diri, menjaga adab, memperkuat ibadah, serta menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.
Suasana kajian berlangsung khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Para peserta tampak menyimak dengan seksama dan aktif dalam sesi tanya jawab.
Dengan suksesnya kajian perdana ini, Muslimat Dewan Dakwah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Ibu Iswanti berkomitmen untuk terus mengembangkan program dakwah dan pembinaan yang memberi manfaat luas bagi umat.
Dalam menjalankan ibadah puasa selain harus memperhatikan keabsahannya secara fiqih, harus juga diperhatikan hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, agar puasa yang dikerjakan berkualitas. Berkaitan hal ini ada tiga hadits shahih tentang dosa yang menghilangkan pahala puasa.
Al-Imam Nawawi mengatakan dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab bahwa kesempurnaan dan keutamaan puasa hanya akan diperoleh dengan menjaga dari perkataan yang tidak berfaidah dan perkataan yang buruk, bukan oleh sebabnya puasa menjadi batal.
Berikut ini tiga hadits yang menjadi landasannya :
Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda :
yang Terhalang Beda Keyakinan Artinya, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak peduli dia telah meninggalkan makanan dan minumannya.”
Kedua, hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai dan Ibnu Majah dalam Sunannya, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak—ia berkata: “Hadits ini shahih sesuai syarat keshahihan hadits menurut standar Imam Al-Bukhari”—. Hadits ini diriwayatkan juga dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda:
Artinya, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan hausnya saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malamnya saja.”
Ketiga, hadits riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak—ia berkata: “Hadits ini shahih sesuai standar keshahihan hadits menurut Imam Muslim”—. Hadits ini diriwayatkan juga dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda : dari Menggosip Orang
Artinya, “Lima hal yang menyebabkan batalnya puasa, yaitu: ghibah, mengadu domba, berdusta, ciuman, dan sumpah palsu.” Namun Imam Anb-Nawawi menilai hadits ini adalah hadits yang batil dan tidak dapat dijadikan hujah. (Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, [Beirut, Darul Fikr], juz VI, halaman 356).
Sederhannya, kesimpulan sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in, bahwa orang berpuasa perlu ditekankan untuk menjaga lisannya dari segala yang haram, semisal berbohong, mengunjing dan mencaci maki. Karena hal tersebut dapat menghilangkan pahala puasanya. Pendapat ini berdasarkan hadits-hadits shahih di atas dan pendapat ini merupakan pendapat Ashabus Syafi’i. Berbeda dengan Ashab Syafi’i, Imam Al-Adzra’i mengatkan bahwa seseorang yang melakukan hal tersebut ia tetap mendapatkan pahala puasanya dan baginya dosa kemaksiatannya itu. Sedangkan menurut Imam Auza’i hal tersebut dapat membatalkan puasanya, pendapat beliau ini mengqiyaskan pendapat mazhab Imam Ahmad tentang tidak sahnya shalat di tempat ghasab.
Beberapa hal yang menghilangkan pahala puasa dari penjelasan rasulullah saw dalam hadist di atas :
Ghibah yaitu menceritakan aib seseorang kepada orang lain
“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”. [Al-Hujurat/49:12]
Mengadudomba di antara manusia
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut,
Dari Abdullah bin Mas’ud, sesungguhnya Muhammad berkata, “Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu ? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia”[1]
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa namimah bertujuan merusak hubungan manusia. Beliau berkata,
Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (I/384); al-Bukhâri (no. 6094) dan dalam kitab al-Adabul Mufrad (no. 386); Muslim (no. 2607 (105)); Abu Dawud (no. 4989); At-Tirmidzi (no. 1971); Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (VIII/424-425, no. 25991); Ibnu Hibban (no. 272-273-at-Ta’lîqâtul Hisân); Al-Baihaqi (X/196); Al-Baghawi (no. 3574); At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”
Perkataan keji seperti memfitnah ataupun mencaci maki
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (dizalimi). Allah itu Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa’ [4]: 148)
Maksudnya, Allah Ta’ala tidak menyukai perkataan yang jelek, perkataan yang menyakiti (orang lain), kecuali bagi orang yang dizalimi. Bagi orang yang dizalimi, diperbolehkan untuk mendoakan jelek orang yang menzalimi, atau menyebutkan keburukan orang zalim tersebut.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
لا يحب الله أن يدعوَ أحدٌ على أحد، إلا أن يكون مظلومًا
“Maksudnya, Allah tidak menyukai seseorang berdoa jelek untuk orang lain, kecuali jika dia dizalimi.” [1]
Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rasûlullâh! Apakah dosa-dosa besar itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua”, dia bertanya lagi, “Kemudian apa?”, Beliau menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang Muslim”. [HR. Al-Bukhâri, no. 6255]
Bismillah penyerahan motor operasional Dakwah, Diserahkan oleh Ustadz Bahtiar Khoiruddin ketua dewan dakwah kabupaten kediri kepada Ustadz Mubin Wakil Ketua Bidang Dakwah Kab Kediri…pada hari ini senin 22 Desember 2025
Penyerahan motor operasional ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung kelancaran aktivitas dakwah, khususnya dalam menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Sarana transportasi ini diharapkan dapat menjadi wasilah kebaikan dalam memperluas jangkauan pembinaan umat, kajian keislaman, serta kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.
Dalam dokumentasi pertama, tampak Ustadz Mubin menerima secara simbolis motor operasional tersebut didampingi oleh para pengurus dan tim dakwah. Penyerahan ini dilakukan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, sebagai amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan dakwah Islam.
Sementara itu, pada dokumentasi kedua, Ustadz Mubin terlihat telah menggunakan motor operasional tersebut, menandai kesiapan sarana ini untuk segera difungsikan dalam kegiatan dakwah lapangan. Kehadiran motor operasional ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dai, mempercepat koordinasi kegiatan, serta memudahkan akses ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Melalui penyerahan motor operasional dakwah ini, besar harapan agar aktivitas dakwah di Kabupaten Kediri semakin efektif, terorganisir, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan atas setiap langkah dakwah yang dilakukan, melipatgandakan pahala bagi semua pihak yang terlibat, serta menjadikan sarana ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir.
Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf, Laznas Dewan Dakwah KPZ Kediri mengajak Bapak/Ibu/Saudara untuk berpartisipasi dalam Program Wakaf Pohon Pisang Cavendish sebanyak 1.000 pohon dengan nilai wakaf Rp75.000,- per pohon.
Program ini bertujuan mendukung keberlangsungan kegiatan dakwah melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri. Dengan berwakaf satu pohon pisang, Bapak/Ibu turut berkontribusi dalam pengembangan dakwah Islam sekaligus menanam amal jariyah yang insyaAllah terus mengalir pahalanya selama pohon tersebut memberikan manfaat.
Wakaf pohon pisang dapat disalurkan secara tunai maupun transfer melalui rekening BSI (451) No. Rekening 7733 54 6544 a.n. Laznas Dewan Dakwah KPZ Kediri.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi 0877 5666 4650 atau datang langsung ke Kantor Sekretariat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kabupaten Kediri, Jl. Yos Sudarso No. 2, Tulungrejo, Pare.
“Sedekah terbaik adalah yang terus memberi manfaat.”
Memang ayah tidak mengandungmu, tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat di namamu. Memang ayah tak melahirkanmu, memang ayah tak menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu.
Anakku … Memang ayah tak menjagamu setiap saat. Tapi tahukah kau, dalam doanya selalu ada namamu disebutnya. Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar, karena dia ingin terlihat kuat, agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman. Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat ibu, karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu. Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri.
Ibu hanya ingin kau tahu nak… bahwa… Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta ibu.
Anakku… Jadi di dirinya juga terdapat Surga bagimu… maka hormati dan sayangi ayahmu, doakan, agar Allah mengampuni dosanya.
Mungkin ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi apakah engkau tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu.
Engkau berkata : “Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku…”
Tapi apakah engkau tahu, bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih. Ayahlah yang selalu menanyakan apa yang engkau lakukan seharian. Walau ia tak bertanya langsung kepadamu, karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatmu terlelap dalam tidur nyenyakmu.
Saat engkau sakit demam, ayah membentakmu : “Sudah diberitahu, jangan minum es !” Lantas engkau merengut menjauhi ayahmu dan menangis di depan ibu. Tapi apakah engkau tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanmu, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanmu.
Ketika engkau remaja, engkau meminta izin untuk keluar malam, lalu ayah dengan tegas berkata : “Tidak boleh …!”
Sadarkah, bahwa ayahmu hanya ingin menjagamu. Beliau lebih tahu dunia luar dibandingkan engkau, bahkan ibumu. Karena bagi ayah, engkau adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat engkau sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya, maka kadang engkau melanggar kepercayaannya.
Ayahlah yang setia menantimu di ruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanmu, “di mana, dan sedang apa engkau di luar sana…”
Setelah engkau dewasa, walau ibu yang mengantarmu ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah engkau, bahwa ayahlah yang berkata : “ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama…”
Di saat engkau merengek memerlukan ini dan itu, untuk keperluan kuliahmu dll, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir. Ke mana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.
Saat engkau berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayahlah yang mengabari sanak saudara : “Anakku sekarang sukses.”
Walau kadang engkau cuma bisa membelikan baju koko, itu pun cuma setahun sekali, tetapi ayah akan tetap tersenyum dengan bangga.
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya. Sampai ketika nanti engkau menemukan jodohmu, ayahmu akan sangat berhati-hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk di atas pelaminan bersama pasanganmu, ayah pun tersenyum bahagia.
Lantas pernahkah engkau memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis ? Ayahmu menangis karena ayah sangat bahagia nak.
Dan beliau pun berdoa : “Ya Allah, bahagiakanlah putra-putriku bersama pasangannya …”
Lebih dari Sekadar Bangunan Fisik, Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kediri adalah jantung operasional dan markas strategis bagi seluruh kegiatan dakwah di wilayah Kediri dan sekitarnya. Lebih dari sekadar bangunan fisik, tempat ini menjadi simbol semangat perjuangan dan komitmen dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta melaksanakan pemberdayaan umat. DDII Kediri memainkan peran vital dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran, menjadikannya rujukan utama bagi masyarakat.
Fungsi Kunci dan Layanan Masyarakat
Kantor DDII Kediri berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk berbagai program strategis, termasuk:
Pendidikan dan Kaderisasi Dai: Kantor ini menjadi tempat pelatihan intensif bagi calon-calon dai, membekali mereka dengan ilmu agama yang mendalam dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Program ini penting untuk memastikan ketersediaan dai berkualitas di daerah terpencil Kediri.
Pusat Informasi dan Konsultasi Agama: Masyarakat dapat berkunjung untuk mendapatkan jawaban atas persoalan agama, konsultasi keluarga, hingga mendapatkan bimbingan syariah.
Koordinasi Program Sosial: Mengatur penyaluran bantuan kemanusiaan, beasiswa pendidikan, dan program sosial lainnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kediri.
Menjaga Estafet Dakwah di Era Modern
Dalam menghadapi tantangan era digital, Kantor DDII Kediri aktif bertransformasi. Selain pertemuan luring, kantor ini juga memfasilitasi kegiatan daring dan pengembangan konten dakwah digital. Ini adalah upaya untuk memastikan pesan dakwah dapat menjangkau generasi muda Kediri secara luas.
Dengan komitmen yang kuat terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, Kantor Dewan Dakwah Kediri terus berupaya menjadi mercusuar peradaban Islam, menjembatani ilmu dan amal, serta mencetak generasi yang berkarakter kuat. Kunjungi dan dukung terus program-program DDII Kediri untuk kemaslahatan umat!
Alamat Kantor Dewan Dakwah Kediri : Jl. Yos Sudarso No.1, Tulungrejo, Kec. Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64212 WA : 08511-784-5155 WEB : www.DewanDakwahKediri.com